pondok Pesantren harus menguasai Media

pondok Pesantren harus menguasai Media

Pesantren harus menguasai Media
Pekalongan - (Media Informasi Pondok pesantren Alarifiyah) – Diera digitalisasi ini pesantren dan organisasi keagamaan harus lebih giat lagi dalam mensyiarkan suguhan—suguhan yang rahmatallilalamiin. Pasalnya, sangat penting bagi kalangan santri dan organisasi keagamaan  untuk menjelajah dunia internet  yang semakin kesini internet merupakan sebuah kebutuhan.

Jangan sampai paham-paham radikalisme dan pengadu domba agama  dengan dalih agama masuk membawa materi dan ajaran maupun dakwah menguasai di internet  dan itu dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Ini sangat BAHAYA ! Tegas salah seorang Admin Media  pesantren yang tidak mau disebutkan namanya.
Kita bisa beribarah tentang apa yang pernah dilakukan oleh kyai-Kyai dan Ulama’ sepuh dahulu, bisa kita lihat pada resolusi jihadMisalnya” ketika para penjajah semakin gencar dan enggan hengkang ke bumi Nusantara serta kejahatan dan kekejaman yang dibawa oleh pihak Belanda (NICA) semakin menjadi-jadi serta melanggar  seacara kedaulatan Republik maupun Agama, Almaghfurlah Mbah Yai hasyim Asyari memberikan statemennya mengenai hukum membela Tanah Air adalah fardhu ain bagi setiap islam di Indonesia. Tak hanya itu dalam  resolusi jihad juga ditegaskan bahwa muslimin yamg berada dalam radius 94 kilometer dari pusat pertempuran wajib ikut perang  melawan penjajah. Berita itu tersebar luas oleh pemerintah saat itu,, dan dibantu oleh para kalangan santri untuk memberikan kabar mengenai hukum yang baru didawuhkan oleh pendiri NU pertama itu. Media pun digencarkan,  dan disebarluaskan agar semua masyarakat tahu dan mengikuti atas dawauh Sang kyai  kala itu.
Berangkat dari itu, Media pesantren Al-Arifiyah kota Pekalongan yang diasuh oleh Abah Kyai H. Zainal Arifin dan Pembina Jurnalistik “Bpk. Ustadz Najibul Mahbub” serta sahabat-sahabat kang santri telah rapat dan sepakat bahwa kedepan akan lebih menggencarkan media  melalui media sosial yang semoga bisa istiqomah dan memberikan kemanfaatan buat warga Nahdliyin khususnya  untuk mengatasi  problematika umat.
Selain itu, eksistensi yang dibangun oleh Pesantren dimedia juga nantinya akan memiliki value tersendiri , mengingat semua santri yang hendak mendaftar dipesantrenpun sudah pastinya mencari tahu dimedia sosial yang mereka punya.
Ini juga per;u ditiru untuk pondok pesantren lainnya agar lebih giat dan menyebarkan konten-konten positif di akun sosial media yang  sudah ada.
Minta dukungan dan doanya dari para pembaca baik kang santri, mbak santri , alumni maupun pembaca agar lebih mensupport apa yang telah  dirancang oleh kami.
Semoga dengan hadirnya Media Pesantren Alarifiyah ini bisa menjadikan khidmah dan barokah tersendiri… Aaamiinn Aamiin Ya robbal Aallamiin.


Pekalongan,7 Juli 2020.                      

Musyawarah para pengasuh pondok pesantren dan RMI serta BANOM NU tentang Pesantren di era covid-19

Musyawarah para pengasuh pondok pesantren dan RMI serta BANOM NU tentang Pesantren di era covid-19



 Ketika Para Kyai Pengasuh pondok pesantren dan BANOM NU berkumpul membahas Pondok Pesantren diera pandemik Covid-19.





Sebagai Negara Indonesia yang patuh kepada konstitusi dan peraturan dari Negara, Robithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) dan badan OTONOM NU ditingkat Kota Pekalongan  menggelar acara diskusi bareng dipondok pesantren Al-Arifiyah mengenai keadaan yang harus dilakukan oleh beberapa pondok pesantren khusunya di kota Pekalongan. Mengingat pandemikj yang semakin hari data positif yang ada dimedia semakin meningkat.
Sudah tentunya kekhawatiran ini dirasakan oleh beberapa Kyai dan para santri sendiri karena proses pembelajaran yang terhambat dan aturan pemerintah yang mengharuskan perlunya sinkronisasi antara pondok pesantren dan aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah.
Sehingga pada Kamis, 4 Juni 2020 ketua RMI dan selaku pengasuh pondok pesantren Syafi’I Akrom  (Bpk. Kyai Abdul Kholid Ma’rufi) bermusyawarah kepada para masayikh dan ulama agar permasalahan ini bisa dikoordinir dengan baik dan tepat.
Rapat ini diagendakan mengingat kaderisasi santri sebagai estafet generasi para ulama’ akan terhambat, serta kegiatan-kegiatan baik sosial maupun agama juga terkena dampak. Sehingga perlunya langkah untuk membahas dan menanggulangi keresahan-keresahan yang dihadapi masyarakat.
Alhamdulillah Berdasarkan rapat yang dihadiri oleh kurang lebihnya 36 ulama dan badan otonom NU dari sekitar bada isya sampai kurang lebih sekitar jam 23.00 WIB menghasilkan point-point berikut ini :
1.     Para Kyai sepakat bahwa pesantren akan segera dibuka dan waktunya adalah otoritas dari pengasuh pesantren.
2.     Kegiatan dipesantren atau keagamaan tetap berjalan namun tetap menggunakan protokol kesehatan.
3.     RMI akan merekomendasikan kepada dinas kesehatan mengingat ajaran baru yang sebentar lagi masuk atau penerimaan santri baru dan santri lama yang hendak masuk kepesantren seperti ;
·       Penyediaan Hand sanitizer
·       Penyediaan vitamin
·       Penyemprotan atau disinfektan didalam kawasan pondok pesantren
·       Cek suhu badan para santri
Didalam kumpulan ini, KH. Zainal Arifin menegaskan “Jangan panik dan terus waspada, mengingat penyebaran itu memang meningkat secara signifikan, namun perlu digarisbawahi, Kita tidak boleh takut yang secara berlebihan, karena imunitas pada diri seseorang akan turun karena ketakutan itu sendiri, seperti biasa saja. Jangan terlalu berlebihan.  Nah, kalau didaerah Pondok sendiri dan masjid disini masih seperti biasanya ; Shalat jamaah, Sholat jum’ah, tarawih,tadarus dan keagamaan yang lain. Tapi masih tetap menggunakan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan Pemerintah” tuturnya.
Nah, dalam hal ini semua sudah setuju dan sepakat untuk menjalankan hasil yang sudah dimusyawarhakn. RMI bersifat mengkoordinir karena memang basiknya lembaga Nahdlatul Ulama yang basisnya pondok pesantren dan semua keputusan mengenai hal in I diserahkan sepenuhnya kepada pengasuh pondok pesantren terkait.
Mudah-mudahan upaya Ini bisa membawa titik terang kepada pondok pesantren khusunya diPekalongan sehingga masih tetap bisa belajar seperti sediakala dan tidak bertentangan dengan aturan pemerintah yang notabennya sebagai pemegang kebijakan.

Penulis : Muhammad Ari Siswanto


PENDAFTARAN SANTRI PUTRA DAN PUTRI PONDOK PESANTREN PPSTQ AL-ARIFIYAH KOTA PEKALONGAN

PENDAFTARAN SANTRI PUTRA DAN PUTRI PONDOK PESANTREN PPSTQ AL-ARIFIYAH KOTA PEKALONGAN

PENDAFTARAN SANTRI PUTRA DAN PUTRI
PONDOK PESANTREN PPSTQ AL-ARIFIYAH KOTA PEKALONGAN
TAHUN AJARAN 1441/2020
(rilis : 26 Mei 2020)
Update : 29 Mei 2020 22.00 WIB.



A. Sistem pendaftaran
Sistem pendaftaran Calon santri baru pondok pesantren Al-arifiyah tahun 1441/2020 dilaksanakan secara online melalui :https://bit.Iy /santribaruALARIFIYAH. (Silahkan Klik Link tersebut).
B. Waktu pendaftaran online (Update 28 Mei 2020 12.30 wib) Putra dan putri
  • Dibuka tanggal 7 Syawal 1441 / 29 mei 2020 pukul 08.00-21.00 WIB.
C. verifikasi pendaftaran online
  • · Diverifikasi oleh pengurus dalam waktu yang telah ditentukan.
D. Persyaratan dan berkas yang harus dikumpulkan
1. Pas foto ukuran 3x4 dua lembar dengan background merah.
2. FC KTP orang tua (bapak dan ibu/wali santri) satu lembar.
3. FC KTP sendiri/ surat akte kelahiran satu lembar.
4. FC Kartu keluarga (KK) tiga lembar.
5. Mengisi formulir pendaftaran .
E. Waktu penyerahan berkas (Update 29 Mei 22.00)
  • Dari Tanggal 16 Syawal 1441 H/ 8 Juni 2020M sampai tanggal 16 Dzulqo'dah 1441 H/ 7 Juli 2020 M. Bertempat di kantor pondok pesantren Al-Arifiyah, Jln. Darmabhakti Gg.12 Sapuro Kebulen Kota Pekalongan.
  • Santri baru wajib dihantarkan oleh orangtua atau wali yang nantinya menyerahkan kepada Abah Yai Zainal Arifin.
F. Waktu Awal Masuk semester
    Berdasarkan surat keputusan No. 06/PPSTQ_A/VI/2020 tentang awal masuk pondok pesantren Al-Arifiyah tahun 1441/2020 yang menghasilkan berikut :
   1. Pelaksanaan awal masuk semester yang semula akan dilaksanakan pada tanggal 16 Syawal 1441 H/ 7 Juni 2020 diundur menjadi tanggal 25 Syawal 1441 H/ 17 Juni 2020 M.
  2.  Bagi santri baru atau santri lama diharapkan datang tepat waktu sesuai yang sudah ditetapkan.
G. Biaya Administrasi
  1. Santri Putra
     Jumlah total administrasi pendaftaran sejumlah Rp. 1.155.000,- (Bisa dicicil)
    Dengan rincian dibawah ini :
No. Jenis pembayaran Biaya Keterangan
 1. Pendaftaran Rp. 100.000,-



Menyesuaikan
 2. Uang gedung Rp. 380.000,-
 3. Sarana dan prasarana Rp. 70.000,-
 4. Syahriyah (satu bulan) Rp. 35.000,-
 5. Kartu tanda santri Rp. 180.000,-
 6. Jas Almameter Rp. 140.000,-
 7. Kitab komplit kelas awal Rp. 80.000,-
 8. Seragam sarung Rp. 100.000,-
 9. Seragam koko Rp. 80.000,-
Jumlah RP. 1.155.000,-
  2. Santri putri
      A. Salaf (Hanya mondok)
          Jumlah total administrasi pendaftaran sejumlah Rp. 1.508.000,- (Bisa dicicil)
          Dengan rincian dibawah ini :
No. Jenis pembayaran Biaya Keterangan
 1. Pendaftaran Rp. 200.000,-



Menyesuaikan
 2. Uang gedung Rp. 300.000,-
 3. Jas Almameter Rp. 300.000,-
 4. Kartu tanda santri Rp. 35.000,-
 5. Makan dan Syahriyah perbulan Rp. 445.000,-
 6. Kas Rp. 3.000,-
 7. Sarana dan prasarana Rp. 70.000,-
 8. Kitab komplit Rp. 150.000,-
 9. Air minum (Galon) Rp. 5.000,-
Jumlah RP. 1.508. 000,-
      B. Formal (Mondok dengan sekolah)
          Jumlah total administrasi pendaftaran sejumlah Rp. 1.678.000,- (Bisa dicicil)
          Dengan rincian dibawah ini :
No. Jenis pembayaran Biaya Keterangan
 1. Pendaftaran Rp. 250.000,-



Menyesuaikan
 2. Uang gedung Rp. 350.000,-
 3. Jas Almameter Rp. 300.000,-
 4. Kartu tanda santri Rp. 35.000,-
 5. Makan dan Syahriyah perbulan Rp. 515.000,-
 6. Kas Rp. 3.000,-
 7. Sarana dan prasarana Rp. 70.000,-
 8. Kitab komplit Rp. 150.000,-
 9. Air minum (Galon) Rp. 5.000,-
Jumlah RP. 1.678. 000,-
H. Kontak pengurus pondok pesantren yang bisa dihubungi
- 0852-9248-9478 (Ust. Muharom)
- 0823-2923-7591 (Ust. Fahmi Ali M.)

Al-Qur'an menjelaskan tentang keutamaan Malam Lailatul Qadar

Al-Qur'an menjelaskan tentang keutamaan Malam Lailatul Qadar

Keutamaan malam Lailatul Qadar

Dan sungguh sangat beruntung yang teramat sangat, bagi mereka yang melakukan ibadah dimalam Lailatul Qadar.

Salah satu momentum yang tidak asing bagi kita ketika dibulan Ramadhan adalah kedatangan malam Lailatul Qadar. 
Beberapa umat muslim di dunia dari golongan tua, dewasa, remaja, bahkan anak anak sangat menginginkan mendapatkan malam Lailatul Qadar yang datangnya menurut berbagai riwayat yang Mashur adalah malam ganjil dalam sepuluh terakhir dibulan Ramadhan.
Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh sayyidah. Aisyah R.A
عن عائشه رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : تحرو ليلة القدر فى الوتر من العشر الاواخر من رمضان . (رواه البخاري).

Yang artinya, "Dari Aisyah R.A, bahwa Rosullullah SAW bersabda, 'carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir dibulan Ramadhan' " (HR. Bukhari Muslim).


Kita ketahui bersama, tidak ada satu orangpun yang mengetahui datangnya malam Lailatul Qadar. 
Selama ini umat Islam hanya mengetahui ciri-ciri datangnya saja.
Malam Lailatul Qadar digandrungi dan sangat dinantikan karena membawa kita pada ketakwaan yang sempurna.

"Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu, apakah malam kemuliaan itu?.
Malam kemuliaan itu adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itulah turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (Q.s Alqadr :5)

Umat muslim seluruh dunia berbondong-bondong untuk meraih malam itu, dengan melakukan beberapa kebajikan dan meningkatkan ibadah.
Ada yang mengkhususkan diri dalam shalat malam, sholat tasbih, sholat taubat, perbanyak dzikir, membaca Alqur'an, itikaf dan masih banyak lagi yang dilakukan.

Kemudian ada yang mengatakan terkait ciri ciri malam Lailatul Qadar, Diantaranya adalah membekunya air, heningnya malam, serta menunduknya pepohonan.
Didalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa "ada suatu malam yang bernama Lailatul Qadar (Qs. Alqadr:1) dan malam itu merupakan "malam yang penuh berkah dimana dijelaskan atau ditetapkan segala urusan besar dengan kebijaksaan(Q.s Ad-Dukhan:3). Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan. Pun diperkuat pasa ayat ke-26 Surat ar-Ra'du :Allahu yae yabsturriz limayyasyaa uwayaqdir (Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya [bagi yang dikehendaki] ) .
Dilansir dalam buku M. Quraish Shihab "Membumikan Al-Qur'an: fungsi dan peran Wahyu dalam kehidupan masyarakat."

"Rosullullah SAW juga bersabda : "carilah malam Lailatul Qadar dimalam ganjil dari Sepuluh terkahir dibulan Ramadhan." (HR. Bukhari.)

Pada malam tersebut dijelaskan bahwa malam itu sangat agung bagi umat muslim, sampai-sampai dari beberapa sumber dikumpulkan adanya keutamaan malam Lailatul Qadar.
Adapun keutamaan malam' Lailatul Qadar akan dijelaskan dibawah ini :
1. Keutamaan yang pertama adalah diturunkannya Al-Qur'an, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT surat ( Al-Baqarah:185) "Bulan Ramadan, bulan yang didalamnya diturunkannya Al-Qur'an) 
Kemudian pada (Q.s al-Qadr:1) "sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Qur'an pada malam kemuliaan".
2. Dijelaskan keutamaan kedua adalah malam tersebut lebih baik dari seribu bulan.
Hal ini sesuai pada (Q.S al-Qadr:2-3) 
Bisa dibayangkan, umur kita yang rata rata 60-80 tahun, jika kita mendapatkan kebaikan dan malam itu juga kita melakukan kebaikan maka hal itu lebih baik dari seribu bulan.
Jika umur kita saja tidak mencapai 1000 bulan, maka momentum inilah yang dimaksimalkan oleh para ulama dan umat muslim agar memperolehnya.
3. Malam tersebut dipenuhi dengan keberkahan.
Allah SWT berfirman dalam (Q.S Ad-Dukhan:3-5) " sesungguhnya kami telah menurunkan suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami sesungguhnya kami adalah yang mengutus Rasul-Rasul."
4. Malam yang penuh kesejahteraan.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT pada, (Q.S al-Qadr:5) " malam itu [penuh] kesejahteraan sampai terbit fajar".
Banyak dari ulama memperbanyak sholat sunah dimalam ini, dan semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada para pembaca agar bisa mengencangkan sarungnya dan menghidupkan dimalam ini aamiin.

5. Para malaikat turun kebumi.
Pada malam itulah Allah mengutus para malaikat untuk turun kebumi dan dianjurkan bagi umat muslim untuk memperbanyak doa.
Kita bisa lihat di (Q.S al-Qadr:4) "Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan." 

6. Pada malam itu dosa umat muslim diampuni.

Dan pada puncak inilah keagungan dan impian para penghuni bumi, agar mendapatkan Maghfiroh dari Allah SWT. Karena sudah pasti dari jumlah bulan yang ada 12, pastinya banyak dosa yang dilakukan.
Sehingga mudah mudahan-mudahan kita semua bisa mendapatkan ampunan dari Allah aamiin aamiin ya rabbal alamiin.

Diriwayatkan dari abu Hurairah R.A " Barangsiapa menegakkan Shalat pada malam Lailatul Qadar atas dorongan iman dan mengharap balasan [dari Allah] , diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhori,an-nasai dan imam Ahmad)

Dan sungguh sangat merugi bagi orang-orang yang tidak menjumpai Malam Lailatul Qadar yang didalamnya Sangat penuh keagungan, sehingga Rosullullah SAW pun bersabda, "Sesungguhnya bulan Ramadhan ini telah menghampiri kalian, dan didalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang dari menjumpainya, maka sungguh dia telah terhalang dari seluruh kebaikan. Dan tidaklah terhalang dari menjumpainya kecuali orang-orang yang merugi." (HR. Ibnu majah)

Kemudian dijelaskan oleh al alim allamaa imam Al-Ghazali bahwa   mengenai kaidah menandai malam Lailatul Qadar.

- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 23.
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Ahad atau rabu , maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 29.
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Senin, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 21.
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Selasa atau Jumat, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 27.
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari kamis, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 25.
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 21.
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari ahad, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 27.
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Senin-jumat, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 29.
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Selasa, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 25.
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari rabu, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 27.
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari kamis, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil sepuluh terakhir bulan Ramadhan.


Wallahu alam bisshowab


Penjelasan tentang Nuzulul Qur'an

Penjelasan tentang Nuzulul Qur'an


Penjelasan tentang Nuzulul Qur'an

Ada beberapa teori yang membahas tentang Nuzulul Qur'an.
Nuzulul sendiri artinya turun
Dan Qur'an yang berarti Wahyu yang diberikan kepada Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril.

Teori yang pertama,
pada malam Lailatul qodar.
Al-Qur'an diturunkan dalam bentuk dan jumlah yang utuh dan komplit- yang diturunkan kelangit dunia (Sama'al-dunnya).
Selanjutnya dari langit kedua Al-Qur'an mulai diturunkan kebumi secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini ada yang mengatakan 20-25 tahun.

Kedua, Al-Qur'an diturunkan kelangit yang kedua selama 20 malam Lailatul Qadar yakni dalam 20 tahun. (Lailatul Qadar turun hanya sekali dibulan Ramadhan).
Kemudian dibacakan oleh Nabi Muhammad SAW Secara berkala sesuai kebutuhan umat.

Ketiga, Al-Qur'an turun pertama kali pada malam Lailatul Qadar dan diturunkan kebumi secara Bertahap dalam waktu yang berbeda pula.

Dalam ketiga teori diatas, Banyak ulama yang mendukung dan menganggap bahwa teroi pertamalah yang paling masyhur atau populer karena kuatnya hadits sokhih yang banyak menjelaskan tentang ini.

Teeori yang kedua dipelopori oleh ulama yang bernama, al-Muqatil dan abu Abdillah al-Halimi dalam kitab minhaj. Didukung pula oleh Tafsirannya imam al-amawardi.

Kemudia Teeori yang ketiga, dipelopori oleh imam alsya'bi dan sahabat sahabat lainnya.
Semua teori sepakat bahwa Al-Qur'an turun dimalam Lailatul Qadar.
Hanya saja ada perbedaan yakni terletak pada diturunkannya sekali dalam Lailatul Qadar atau lebih.

Pun juga perbedaan itu berada pada makna pada lafadz "Al-Inzal" dan bagaimana pula proses berlangsungnya.
Yang pertama mengatakan bahwa, "Al-idzhar" itu "Melahirkan" , "Menjelaskan"melahirkan" atau "memperlihatkan". Sehingga posisinya tidak selalu dari langit ke bumi atau yang lebih tinggi turun ke bumi Seperti yang termaktub dalam kata "Nazala".

Pendapat kedua, Allah SWT memberikan pemahaman kepada malaikat Jibril dilangit baru setelahnya diturunkan kebumi untuk diberikan kepada nabi Muhammad, sehingga kata pilihan yang digunakan adalah"Nazala"


Kemudian dijelaskan, bagaimana cara komunikasi antara malaikat Jibril dan Nabi Muhammad? Mengingat, keduanya adalah mahluk yang berbeda.
Diterangkan bahwa ulama memiliki dua kemungkinan : Jibril beralih rupa menjadi manusia, atau sebaliknya.

Pertanyaan selanjutnya yang tak kalah menarik adalah, "Al-Qur'an" seperti apakah yang diturunkan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad?
Disini ada beberapa jawaban,
1. Lafdzan wa maknan.
Dijelaskan disini bahwa secara lafadz dan makna diturunkan secara sekaligus.
Diperkuat dengan argumen seperti ini, Jibril menghafalkan Al-Qur'an yang sudah tertulis di lauhul Mahfudz yang terjaga, kemudian dibacakan ulang kepada Nabi Muhammad SAW.
2. Malaikat Jibril membacakan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW menggunakan makna khusus.
3. Malaikat Jibril menyampaikan hanya maknanya "Al-Qur'an".
Yang selanjutnya mudah difahami oleh umatnya Rosullullah "membungkusnya" dengan bahasa Arab.

Sumber : Alzarkashi, Alburhan fi ulum Al-Qur'an, halaman 228. Vol.1

Ngaji pasaran ppstq Alarifiyah Pekalongan.

Ngaji pasaran ppstq Alarifiyah Pekalongan.


Pekalongan, Ppstq Al-Arifiyah.
*Ngaji pasaran*
Ajang tabarukan dan silaturahim .
Salah satu adat atau kebiasaan yang dilakukan oleh berbagai pesantren adalah "pasaran", yakni ngaji yang mentargetkan khataman pada periodik yang dikhususkan pada bulan Ramadhan.
Begitupun di Pekalongan (Pondok pesantren Al-Arifiyah), Jawa tengah.
Tak sedikit jumlah pondok pesantren yang ada di kota santri ini yang membuka ngaji pasaran untuk umum. Salah satu pesantren tersebut adalah pondok pesantren salaf dan Tahfidzul Qur'an Al-Arifiyah yang diasuh oleh Abah Yai Zainal Arifin.
Selain mencari ilmu ketika pasaran, momentum ini juga digunakan oleh kebanyakan santri, alumni dan masyarakat umum untuk bertabarukan dan ngalap berkah dari Sang kyai dan pesantren yang disinggahi.
Insyaallah dengan mengikuti ngaji pasaran orang itu sudah dikatakan santrinya, walaupun dia mondok hanya satu bulan.
Untuk tahun 1441 H ini, pondok pesantren Alarifiyah mengkaji dua kitab dan satu pembacaan qitoatussabah.
Adapun kitabnya adalah :
1. Kitab المنح السنية
Akan di kaji oleh Alustadz Fathuri Assobri (lurah pondok tahun 2018)
2. Kitab من جد وجد
Akan dikaji oleh Abi Rodli Sutrisno M.PdI (wakil pengasuh pondok pesantren dan demisioner lurah pondok pesantren Lirboyo)
Kitab kitab ini sudah disiapkan oleh pengurus pondok pesantren Al-Arifiyah jadi untuk santri yang ingin mengikuti bisa langsung datang ke pondok pesantren dan sowan .
3. Qiroatussabah
Kita ketahui, untuk mencari guru dalam pembacaan qitoatussabah saat ini sangat sulit dicari, sehingga tak jarang santri yang ingin mengikuti ngaji langsung dan mendengarkan nada nada yang langsung diberikan kepada abah yai Zainal Arifin (Pengasuh pondok pesantren Al-Arifiyah)
Semoga kita diberikan nikmat waktu , sehat wal afiyat untuk bisa mengikuti ngaji pasaran di pesantren yang insyaallah barokah ini. Aaminn aamiin ya robbalalamiin.
Pekalongan,24 April 2020
Ttd. Pengurus pesantren Alarifiyah
Narahubung.
+62 852-9248-9478 (Ust. Muharom) lurah pondok
+62815-7817-7818 (M. Ari Siswanto)Media informasi

PROPOSAL PEMBANGUNAN ASRAMA PONPES AL ARIFIYAH

PROPOSAL PEMBANGUNAN ASRAMA PONPES AL ARIFIYAH


No     : 001/PPAPP-STQ_A/XI/2017                                                 20 Nopember 2017
Lam  : 1 (Satu) Bendel
Hal    : Permohonan Bantuan Dana

Yth,
 Donatur
di Tempat
 

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam silaturahim kami sampaikan, semoga Aktifitas kita tetap mendapat ridha Allah. Dan tetap mendapat limpahan rahmat dari Rasul-Nya.
Sehubungan dengan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Salaf dan Tahfidzul Qur’an Al-Arifiyah.
Bersama surat ini, kami memohon kepada Bapak/Ibu, berkenan memberikan bantuan. Semoga dengan bantuan tersebut dapat memperlancar pembangunan Asrama Pondok Pesantren Salaf dan Tahfidzul Qur’an Al-Arifiyah.
Demikian permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian dan bantuanya kami ucapkan terimakasih dengan iringan do’a Jazakumullah Akhsanal Jaza, Jazakumullah Khoiron Katsiro.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

PANITIA PEMBANGUNAN ASRAMA
 PONDOK PESANTREN SALAF DAN TAHFIDZUL QUR’AN AL-ARIFIYAH KOTA PEKALONGAN

Lurah Pondok





 FATKHURI eL SOBRI, S.K.M
Ketua Panitia





M. MIRFAN
Mengetahui,
Pengasuh Pondok
PP. STQ. Al-Arifiyah





K.H. ZAINAL ARIFIN
Ketua ISSAP






H. AHMAD NASIRUN, S.Pd.



A.    PROFIL YAYASAN
Salah satu unsur dari berbagai unsur pembangunan adalah kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu SDM yang tidak hanya terbatas pada penguasaan pengetahuan umum dan teknologi yang merupakan salah satu alat pengembangan, tetapi juga sangat dibutuhkan SDM yang sempurna, yaitu tidak hanya pandai tetapi juga bertaqwa dan beradab. Oleh karena itu, Yayasan Al-Arifiyah Kebulen dibangun dengan maksud agar mampu menjadi salah satu media membangun pengetahuan Islam dan mencetak cendikiawan islam, disamping juga pengetahuan umum.
Pada permulaan tahun, Yayasan Al-Arifiyah Kebulen, membangun pondok pesantren, pesantren ini telah memberikan manfaat yang besar tidak hanya bagi santri-santri yang jauh saja, tetapi juga bagi masyarakat sekitar pesantren dan semakin tahun santri yang menuntut ilmu di tempat ini semakin bertambah. Akan tetapi pertambahan santri tersebut tidak di imbangi dengan perluasan lokasi serta penambahan sarana dan prasarana yang cukup, sehingga suasana belajar dan mengajar dirasa kurang konsuktif. Oleh karena itu, harus ada penyempurnaan pembangunan pesantren terutama perluasan gedung tempat belajar mengajar.
Sebagai gambaran, Yayasan Al-Arifiyah Kebulen adalah salah satu Yayasan yang berada di kota Pekalongan dengan Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Yayasan yang berada di 3 km ke arah timur dari pusat pemerintahan kota Pekalongan, dan 5 km ke arah barat dari arah terminal induk Pekalongan ini didirikan oleh KH. Zaenal Arifin S. pada tahun 1984 dan dilanjutkan pembangunan gedung asrama putra pada 7 Desember 1988 M/27 Robiul Tsani 1409 H. yang mana peletakan batu pertama oleh Almaghfurlah Al Habib Ali Bin Ahmad Abdullah bin Tholib Al Atas Pekalongan.
Nama Al-arifiyah sebagai pilihan beliau mungkin sebagai muasis (pendiri) mempunyai harapan kepada Mutakhorijin (alumni) agar nantinya benar-benar menjadi seorang yang ma’rifat (Arif Fi Umurid Dun-ya Wal Akhiroh). Sang Muasis ingin mewujudkan harapannya dengan menerapkannya pada jenjang pendidikan santri, peraturan serta ditunjang dengan Mujahadah dan Riyadloh.
Yayasan tersebut telah berbadan hukum yaitu sejak terbentuknya Yayasan Al Arifiyah Kebulen dengan No. 02/YPPI/X/2001 pada saat ini menampung kurang lebih 500 santri putra dan putri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, baik yang masih mengenyam pendidikan formal maupun santri takhassus.
Oleh karena untuk menopang pembelajaran di pesantren, kami selaku panitia pembangunan akan segera lakukan dan mengingat dana yang kami miliki sangat terbatas, untuk itu kami meminta kepada Bapak untuk turut membantu merealisasikan pembangunan Asrama Pondok Pesantren Salaf dan Tahfidzul Qur’an Al-Arifiyah.

B.     DASAR PEMIKIRAN
Upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi yang terampil, cerdas, kuat, sehat dan berakhlak, perlu adanya kerjasam pihak, baik oleh pemerintah itu sendiri, masyarakat ataupun lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal. Yayasan Al Arifiyah Kebulen sebagai lembaga yang berkecimpung di dunia pendidikan baik formal maupun non formal adalah salah satu printer factory generasi yang siap untuk meneruskan estafet pembangunan negeri ini. Namun upaya mencetak dan menyiapakan generasi handal dan sehat tersebut akan tersumbat manakala tidak didukung oleh sarana pendidikan dan keberhasilan sebagai terciptanya generasi yang cerdas dan berkarakter.
Untuk mewujudkan itu semua maka seyogyanya Pesantren mampu menyiapakan ruangan yang memadahi, supaya proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik.

C.    MAKSUD DAN TUJUAN
Pembangunan Asrama Pondok Pesantren salaf dan Tahfidzul Qur’an Al Arifiyah dimaksud :
1.      Sebagai wadah pengembangan generasi muda Indonesia yang siap menghadapi tatangan era Globalisai yang tidak hanya mampu berpengatuhan agama tapi juga berpengetahuan umum.
2.      Menjembatani cita-cita bangsa yang tertera dalam UUD 1945, mencerdasakan kehidupan bangsa.

D.    SUSUNAN PANITIA
Terlampir

E.     LOKASI PEMBANGUNAN
Lingkungan Pondok Pesantren Salaf dan Tahfidzul Qur’an Al Arifiyah Kota Pekalongnan (Jl. Darma Bakti Gg. 12 A Kebulen Kota Pekalongan)
 
F.     SUMBER DANA, REKAPTULASI ANGGARAN DAN GAMBAR
1.      Sumber dana di peroleh dari :
a.       Swadaya Alumni dan Masyarakat.
b.      Donatur Pesantren
2.      Rekaptulasi anggaran/rencana anggaran (terlampir)
3.      Gambaran rencana (terlampir)

G.    RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
No
URAIAN PEKERJAAN
JUMLAH HARGA
1
PEKERJAAN PERSIAPAN
     91.325.250,00-
2
PEKERJAAN TANAH
     31.208.715,00-
3
PEKERJAAN PONDASI
     91.998.000,00-
4
PEKERJAAN PASANG PLESTERAN
   135.448.929,00-
5
PEKERJAAN PINTU, JENDELA, BOUVENLIGH
   103.619.970,00-
6
PEKERJAAN ATAP
     14.198.184,00-
7
PEMASANGAN KUNCI DAN PENGGANTUNGAN
     16.169.400,00-
8
PEKERJAAN INSTALANSI LISTRIK
     29.214.900,00-
9
PENGERJAAN PENGECATAN DAN PELEBURAN
     84.430.764,00-
10
PEKERJAAN BETON DAN STRUKTUR
   208.573.515,00-
11
PEKERJAAN ATAP
   339.606.486,00
12
PEK. LANGIT-LANGIT/PLAFOND
   201.016.764,00-
13
PEKERJAAN LANTAI DAN SANITASI AIR HUJAN
   150.290.802,00-
JUMLAH TOTAL
1.497.101.679,00-
DIBULATKAN
1.500.000.000,00-

H.    PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat semoga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pihak yang terkait untuk memberikan bantuan dalm mensukseskan bangunan yang kami rencanakan.
   
LEMBAR PENGESAHAN
PENITIA PEMBANGUNAN ASRAMA
PONDOK PESANTREN SALAF DAN TAHFIDZUL AL ARIFIYAH
YAYASAN AL-ARIFIYAH KEBULEN
KOTA P E K A L O N G A N  2 0 1 7

Ketua




 M. MIRFAN
Sekretaris,




BAHRUL ULUM
Ketua ISAAP



KH. AHMAD NASIRUN
Lurah Pondok



M. FATKHURI eL SOBRI, S.K.M.
Pengasuh
Ponpes Al-Arifiyah



K.H. ZAINAL ARIFIN
Ketua Yayasan
Al Arifiyah Kebulen



KH. RODLI. M.Pd.I



 
SUSUNAN PENITIA PEMBANGUNAN ASRAMA
PONDOK PESANTREN SALAF DAN TAHFIDZUL AL ARIFIYAH
YAYASAN AL-ARIFIYAH KEBULEN
KOTA P E K A L O N G A N  2 0 1 7

A.    Pelindung
KH. Zainal Arifin (Pengasuh Pondok)

B.     Penasehat
1.      Bapak Gus H. Anisul Fuad Zain
2.      Bapak KH. Rodli, M.Pd.I.
3.      Bapak H. Helmi Kurniawan
4.      Bapak Irfan Arifianto
5.      Bapak Khoerudin, S.Pd.I.
6.      Bapak M. Ichsan

C.     Penanggung Jawab :
1.      H. Ahmad Nasirun, S.Pd. (Ketua ISAAP).
2.      Fatkhuri eL Sobri, S.K.M. (Lurah Pondok).
3.      Mas Mu’ala Arifin (Wakil Lurah Pondok).

D.    Pelaksana
Ø  Ketua
1.      M. Mirfan
2.      Rizki Yahya

Ø Sekretaris  
1.      Bahrul Ulum
2.      Anwar Mubarok

Ø  Bendehara
1.      Saifudin Zuhri
2.      Tamim Ma’arif


Ø  Seksi Pelaksanaan
1.      Latifudin
2.      Ali Sodikin
3.      Zidni

Ø  Seksi Usaha
1.      Faizudin
2.      Nur Kholik
3.      Ahmad Muharom

Ø  Seksi Publikasi dan Dokumentasi
1.        Wahib Maulana
2.        Baisa Amar Sadad

Ø Seksi Konsumsi
1.      M. Fahmi
2.      Mashadi Ghufron
3.      M. ali Zamzami

Ø  Seksi Pembantu Umum
1.      Ketua kamar IKSAP
2.      Ketua Kamar KESIP
3.      Ketua kamar MASTE
4.      Ketua kamar OPLOS